Archive for the 'movies' Category

11
Nov
08

Alice Movie (Portugal)

alice

Alice (2006) directed by Marco Martins, starring Nuno Lopes, Beatriz Batarda
Portugal, “Alice,” Marco Martins, director;

Festival Film Eropa 2008 akan dilaksankan pada 14-15 november di Makassar. Enam film akan diputar secara bergantian di Aula Mattulada UNHAS. Film terakhir yang akan diputar yaitu ‘Alice’ yang merupakan arahan dari Marco Martins. Berikut sedikit sinopsinya.

‘continue reading’

Advertisements
22
Oct
08

Festival Film Eropa 2008

Festival Film Eropa 2008 akan berlangsung di 9 kota di Indonesia. 19 negara, 30 film, 5 tempat pemutaran, diskusi, pertemuan dan berbagai kesempatan untuk mengenal sebuah benua yang memiliki kesamaan dengan Indonesia yaitu ‘Bersatu dalam keragaman’.

Enam film pendek terbaik Eropa serta 15 film pendek Indonesia juga turut meramaikan EOS 2008 kali ini. Total pemutaran 34 film pilihan tersebut bersifat gratis! Tiketnya dapat diperoleh di masing-masing lokasi 45 menit sebelum acara dimulai.

continue reading

17
Oct
08

Mocca – Listen To Me (OST Oh My God!)

moccaNot long after the prank theme song since the movie “Untuk Rena” in 2005, now get back Mocca honor to donate the single titled “Listen to me” for a movie called “Oh My God” landing Rako Prijanto.

:: Mp3 : Mocca – Listen To Me :: download

continue reading

07
Oct
08

An Empress and the Warriors


Production Company: United Filmmakers Organisation(UFO)/ Beijing Polybona Film Publishing Co., Ltd./ Big Pictures Ltd.
Genre: History/ Action
Director: Tony Ching
Starring: Leon Lai, Kelly Chen, Donnie Yen, Guo Xiao Dong, Kau Jan Hoi
Length: 95 mins
Date of release: 20th March, 2008

Synopsis

In ancient China, rival kingdoms grapple for ultimate reign. On a battlefield, a dying king commands his daughter, Princess Fei Er (Kelly Chen) to take the helm and defend their kingdom with help from general Xue Hu (Donnie Yen). Fei Er’s cousin, Wu Ba (Guo Xiao Dong) also has his eyes on the throne and sends out assassins to kill the princess. A mysterious man named Duan Lan Quan (Leon Lai) manages to save Fei Er from the grisly fate and they fall in love. Fei Er must choose between following her dreams to elope with Duan and submitting to her duty to defend her kingdom.

30
Sep
08

10 Film Warkop Terbaik

10. Pokoknya Beres (1983), Sutradara: Arizal

Us Us sebagai bapak kos membuat film yang seperti kliping adegan-adegan ini jadi lebih terasa “rumahan”. Dono, Kasino, Indro, plus Eva Arnaz dan Lidya Kandou yang nyaris selalu pakai short pant dan kaos ketat sepanjang film hampir seperti keluarga di sini. Warkop menggambarkan para perantau yang jadi pengangguran, dan disibukkan oleh salah paham kecil dan kesialan-kesialan kecil di antara para penghuni kos sendiri.

9. CHIPS-Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial (1983), Sutradara: Iksan Lahardi.

Diilhami film seri CHIPS yang dibintangi Eric Estrada, Warkop jadi anggota polisi bermotor swasta pimpinan Oom Junet (Panji Anom) yang mata keranjang. Selalu sial dalam tugas, para anggota CHIPS ala Warkop ini juga jadi sindiran tentang budaya suap di kalangan aparat kepolisian waktu itu. Lihat saja adegan Kasino memeras si Oom dengan kata “Jangkrik, booos….!”

8. Manusia 6000000 Dollar (1981), Sutradara: Ali Shahab.

Saat mengejar copet, Dono ketabrak bemo, jadi manusia bionik. Diilhami sukses film seri TV The Six Million Dollar Man tentang Steve Austin (Lee Mayors). Dono harus menyelamatkan Eva Arnaz, dan melawan si gigi besi Jack John –ini karakter yang diilhami salah satu musuh James Bond dalam Moonraker. Adegan tak terlupakan: Kasino berburu copet, malah digebuki di pasar disangka copet.

7. Sama Juga Bohong (1986), Sutradara: Chaerul Umam.

Skenario ditulis N. Riantiarno. Sutradara dan penulis skenario yang biasa dengan film “nyeni” membuat film ini sangat unik dibanding film-film Warkop lainnya. Dono dibantu Kasino-Indro membuat robot untuk pertunjukan amal. Barangkali, ini salah satu dari sedikit sekali film Indonesia yang menampilkan karakter robot. Film ini juga paling tak mengeksploitasi keseksian perempuan.

6. Maju Kena Mundur Kena (1983), Sutradara: Arizal.

Film Warkop paling laris. Kasino jadi bos bengkel, dan Dono-Indro jadi bawahannya. Kasino melarang anak buahnya naksir perempuan, tapi dia sendiri terobsesi pada Marina (Eva Arnaz). Kemudian Marina satu kos dengan mereka, tapi yang beruntung malah Dono yang diakui suami Marina untuk menghindari dari perkawinan paksa oleh kakek-neneknya. Film diakhiri dengan Dono menyamar jadi pemain sepak bola wanita.

5. Setan Kredit (1982), Sutradara: Iksan Lahardi.

Dono Kasino Indro jadi tim pembantu orang-orang yang kesulitan, termasuk mencari dan mencoba menyelamatkan seorang anak yang diculik. Sepertiga terakhir film ini menjadi komedi-horor, dengan trik-trik kamera yang lumayan. Gaya mereka menghadapi pocong mirip dengan film-film vampir Hongkong yang populer pada 1990-an.

4. Mana Tahan (1979), Sutradara: Nawi Ismail.

Film paling “lurus” dari Warkop, juga adalah film pertama mereka. Citra “anak kos” dalam film ini tetap lekat pada mereka sampai film terakhir mereka pada 1994. Citra yang menggambarkan mereka sebagai sekawanan pemuda kurang kerjaan dan terobsesi pada perempuan. Masih dengan “Warkop keempat” yang asli: Nano.

3. Pintar-Pintar Bodoh (1980), Sutradara: Arizal.

Secara subjektif, inilah film Warkop terlucu menurut saya. Kritik sosialnya suwir-suwir saja, tapi premis ceritanya sudah lucu: detektif culun saling bersaing, dan semua kena nasib konyol. Momen paling ikonik: Dono memarodikan gaya John Travolta di Saturday Night Live, dan Kasino menyanyi “lagu kode”. Dibantu oleh Dorman Borisman, sebagai “Warkop keempat”.

2. Dongkrak Antik (1982), Sutradara: Arizal.

Kali ini, “Warkop keempat” adalah Mat Solar, yang budek dan suka nyabut bulu hidung. Mereka jadi pegawai hotel yang serbasalah. Dono pelupa, Kasino pemarah, Indro gagap. Di ujung film, mereka tampil sebagai band “Wah Gede Banget!”, yang memelesetkan lagu-lagu Beatles dan Rolling Stone jadi lagu-lagu-lagu daerah.

1. Gengsi Dong (1980), Sutradara: Nawi Ismail.

Dono sebagai Slamet, Kasino sebagai Sanwani, Indro sebagai Paijo. Mereka mahasiswa di kota Jakarta yang bersaing soal cewek dan gengsi. Slamet yang paling kampungan, sebetulnya paling kaya. Sedang Sanwani yang suka berganti-ganti mobil ternyata anak pemilik bengkel, dan mobil-mobil Sanwani adalah mobil-mobil para pelanggan. Sindiran sosial yang menghibur, tentang rapuhnya kebanggaan kelas sosial. Di film inilah pula, Dono mulai terkenal dengan panggilan ”bemo”.

:: video : nyanyian kode :: watch

www.ruangfilm.org

20
Sep
08

Short Movie : Eva, Kenapa Rumahmu Jauh?

Judul: Eva, Kenapa Rumahmu Jauh?
Sutradara: Fredy Predi, Waditya.com, Sugeng Wahyudi, Edwin
Pemeran: Samsul Hadi, Irma Mayati, Ahmad Sofyan
Durasi: 23:33 menit
Produksi: Koperasi Film Demi Kamu, Jogja, 2002

Film pendek ini tak mengandung utopia, juga dialektika. Ia hanya ingin tertawa. Ia hanya mengapung-apung di permukaan, tak mau menukik ke kedalaman. Tapi, demikianlah semangat zaman. Keempat sutradara tampak punya ambisi khas anak zaman kini –bahkan jika mereka tak menyadarinya. Mereka lebih menginginkan mix & mash, intertekstualitas, merangkum serbaneka referensi.

Jika karya tak mencari kedalaman, ia bisa mencari keluasan. Memang, tampak sekali film ini menyimpan keluasan referensi dan kosa-gambar para pembuatnya. Misalnya, saat para pemain musik latar –grup keroncong anak muda Yogya, Kronchonxkhaos—muncul di tempat-tempat “aneh” dalam frame, secara tiba-tiba, dan secara “anarkis” sengaja tak masuk akal di sepanjang film. Kita pernah menyaksikan jurus itu dalam There’s Something About Marry. Lalu, ketika Eva pertama kali muncul dan beberapa kali sesudahnya: latar hitam, dan satu-satunya warna dalam frame adalah merah baju Eva. Schindler’s List, tentu (dan, sebelumnya, tanpa latar hitam-putih namun memunculkan aksentuasi warna merah juga: Don’t Look Now).

Dan, dalam semangat zaman itu, musik pun dicomot dari sana-sini. Ada yang begitu saja, seperti lagu Kidung dicomot mentah-mentah dengan segala cengkoknya dari versi Pancaran Sinar Patromak (PSP). Ada juga yang diolah, terutama lagu dari grup Padi, Kasih Tak Sampai –yang muncul dengan kocaknya mengiringi cameo penyanyi utama Padi, Fadly, yang jadi tukang becak (dan mengayuh lumayan jauh juga).

Salah satu yang mungkin tak segera terasa, tapi sesungguhnya jelas belaka dari film ini: hakikatnya, ini adalah sebuah road movie. Kisahnya sederhana saja: Zul (Samsul Hadi, di sini mentah sekali pemeranannya) naksir Eva (Irma Mayati, cantik sekali), dan setelah beberapa pendekatan malu-malu dan komikal, Eva mengundangnya ke ulang tahun Eva. Ternyata rumah Eva jauh sekali. Jadilah Zul, dan pendampingnya, Bagong (Ahmad Sofyan, juga mentah), mengorupsi mobil angkutan untuk mengantar ayam seorang juragan menjadi kendaraan menuju cintanya yang jauh itu.

Jenis film macam road movie ini adalah pilihan paling mudah untuk menyusun plot. Kisah perjalanan adalah bentuk tertua seni naratif dalam sejarah manusia: sejak Gilgamesh, lalu Odyssey, sampai Tiga Hari Untuk Selamanya. Subgenre road movie lahir dari tradisi panjang itu, dengan tonggak-tonggak seperti Easy Rider (Dennis Hopper), Bad Land (Terrence Malick), atau Paris, Texas (Wim Wenders). Secara khusus, subgenre road movie, jika kita taat definisi, mestinya adalah “film yang menutur kisah perjalanan yang menyertakan kendaraan”.

Subgenre ini sering dijadikan alasan bagi para pembuat cerita untuk melempar sebanyak mungkin kejadian, makin aneh tak apa-apa, untuk menciptakan plot. Subgenre ini bisa menghindari kompleksitas plot, tapi tetap bisa terkesan ”banyak kejadian” atau, katakanlah, ”maksimalis”. Tapi untuk sebuah film pendek, road movie yang sederhana itu bisa sangat menjebak. Subgenre ini sebetulnya lebih cocok untuk sebuah film panjang.

Khasanah film pendek dunia mengajarkan bahwa film-film pendek terbaik cenderung pada pemadatan ide, impresi, dan waktu film. Soal waktu film di sini jangan dikacaukan dengan “durasi”. Soal durasi, ada perdebatan dalam hal definisi film pendek. Ada yang bilang tak lebih dari 30 menit, ada yang bilang pokoknya film yang selama atau kurang dari sejam adalah film pendek (ini yang dianut oleh panitia Oscar). Tapi galibnya, sebuah film pendek enggan untuk memperlaratkan waktu film –waktu yang membingkai rangkaian kejadian dalam sebuah film.

Apakah ambisi ini memberi efek bagus pada Eva…? Ya dan tidak. Ambisi artistik, bagaimana pun, akan mendorong (minimal mengasumsikan) sebuah pergumulan ide untuk mengedepankan yang dianggap unggul atau layak. Tapi ujian terakhir ambisi itu adalah pada eksekusi, pada hasil akhir yang terhidang pada khalayak. Di beberapa bagian, bayangan film panjang dalam film berdurasi kurang lebih 23 menit ini malah agak mengganggu. Misalnya, bagian awal (pada bagian yang menurut teori skenario klasik adalah bagian ”pengenalan tokoh dan masalah”), terlalu panjang.

Tak pelak, Eva… barulah sebuah upaya. Film ini masih tenggelam dalam keasyikan memamerkan keluasan. Cerdas, belum cerkas.

www.rumahfilm.org

07
Sep
08

Harry Potter and the Half-Blood Prince

Release Date: July 17, 2009
Studio: Warner Bros. Pictures
David Yates

Voldemort is tightening his grip on both the Muggle and wizarding worlds and Hogwarts is no longer the safe haven it once was. Harry suspects that dangers may even lie within the castle, but Dumbledore is more intent upon preparing him for the final battle that he knows is fast approaching. Together they work to find the key to unlock Voldemort’s defenses and, to this end, Dumbledore recruits his old friend and colleague, the well-connected and unsuspecting bon vivant Professor Horace Slughorn, whom he believes holds crucial information. Meanwhile, the students are under attack from a very different adversary as teenage hormones rage across the ramparts. Harry finds himself more and more drawn to Ginny, but so is Dean Thomas. And Lavender Brown has decided that Ron is the one for her, only she hadn’t counted on Romilda Vane’s chocolates! And then there’s Hermione, simpering with jealously but determined not to show her feelings. As romance blossoms, one student remains aloof. He is determined to make his mark, albeit a dark one. Love is in the air, but tragedy lies ahead and Hogwarts may never be the same again.

Trailer : http://youtube.com/watch?v=hLKbadsOmjo




October 2017
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RSS Big Band Shot – They are called genius!

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Top Downloads On 2008

Here the best single at INDIE BUZZ on 2008

click here


Twitter Updates

Follow me at twitter

contact us